Tim Manajemen RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Dalami Metode Lean Hospital untuk Mewujudkan Tata Kelola Rumah Sakit yang Terintegrasi, Efektif dan Efisien.

Sharing is caring!

Bisnis rumah sakit di Indonesia sedang berkembang dengan pesat. Sebelum tahun 2005, jumlah rumah sakit di Indonesia tidak lebih dari 1000 rumah sakit. Saat ini sudah lebih dari 2000 rumah sakit yang berdiri untuk melayani masyarakat Indonesia.

Hal tersebut merupakan tantangan bagi manajemen untuk mengelola rumah sakit secara maksimal, dan tetap berpegang teguh pada prinsip efisiensi, sekaligus sesuai dengan standar yang berlaku.

Apa itu Lean Hospital?

Lean Hospital Salah satu dari metode yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan mentalitas patient first dan mengurangi kesalahan dari penanganan, pengobatan, dan infeksi adalah melalui adaptasi prinsip lean di rumah sakit.

Prinsip lean adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi nilai tambah semua aspek operasional rumah sakit dari mata pasien dan keluarga pasien
  2. Berpikir proses: Semua kejadian berasal dari rantai proses tempat kejadian itu berada. Jadi semua masalah dapat dipahami penyebabnya bila kita melihat rantai proses yang melewati masalah itu.
  3. Proses yang ada harus dibuat streamline: Efisiensi akan terjadi bila rantai proses yang ada bersifat streamline. Artinya tidak ada terjadi penumpukan pekerjaan atau pasien di satu atau lebih titik dalam rantai proses yang ada, dan tidak ada aktifitas menunggu di sepanjang rantai proses pelayanan.
  4. Pekerjaan yang ada harus on-demand: Efisiensi juga akan terjadi bila pekerjaan yang kita lakukan sesuai dengan apa yang dibutuhkan customer (pasien) – tepat ukuran, tepat waktu, tepat sasaran.
  5. Berpikir perbaikan yang berkelanjutan: Untuk mencapai kondisi ideal, kita tidak cukup hanya melakukan satu kali dua kali aktifitas perbaikan di lingkungan kerja kita. Aktifitas yang berlangsung harus berkelanjutan selama bisnis masih berlangsung.

Bagi rumah sakit, prinsip lean bertujuan tiga hal:

  1. Menghilangkan pemborosan, meningkatkan efisiensi dan response time operasional
  2. Menemukan dengan cepat masalah yang sedang atau akan terjadi, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan
  3. Menciptakan lingkungan yang konsisten dan stabil.

Tiga hal ini merupakan hal penting dalam proses akreditasi JCI dan bila dilaksanakan, lean akan mendukung proses akreditasi standard JCI.

Tim manajemen RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi mengikuti workshop Lean Management di Rumah Sakit Islam Hasanah Muhammadiyah Mojokerto pada 29-30 Oktober 2016 lalu, bersama dengan sepuluh rumah sakit Muhammadiyah/Aisyiyah se Jawa Timur.

Workshop tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip Lean Hospital di masing-masing rumah sakit. Diharapkan, dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan manajemen dalam membangun budaya lean hospital tersebut di lingkungan kerja.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *