Rendang NBIB, Cara Lazismu Berbagi Kebahagiaan Idul Adha Ke Pelosok Negeri

Sharing is caring!

JAKARTA, Suara Muhammadiyah- Bagaimana hukum daging kurban yang tersaji dalam kemasan kaleng? Apakah diperbolehkan seperti itu?

“Selama penyembelihan kurban dilakukan pada hari Idul Adha dan hari tasyrik, serta tata cara penyembelihannya benar sesuai syariat, maka sah mengalengkan atau mengemas daging kurban dalam kaleng,” jelas Koordinator Nasional Program Kurban 1438 Hijriah Lazismu, Edi Muktiono, dijumpai di Kantor Lazismu Pusat, Menteng, Jakarta (28/8).

Masih terkait dengan pengemasan daging kurban dalam kaleng, Edi menerangkan lebih lanjut. Program  ‘Nusantara Berkurban untuk Indonesia Berkemajuan’ atau disingkat NBIB merupakan kerjasama Lazismu dan NU-Care Lazisnu, untuk memfasiitasi umat Islam dalam menunaikan ibadah kurban.

Lebih lanjut, Edi menerangkan program  kurban tahun ini juga dikaitkan dengan pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs).

Konsep program kurban NBIB, modern/berkemajuan, dilakukan dengan menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha dan pada hari-hari tasyrik. Selanjutnya, daging kurbannya dikemas dalam kaleng rendang dengan branding Rendang NBIB ‘Nusantara Berkurban untuk Indonesia Berkemajuan’.

“Kemasan kaleng rendang ini, manfaatnya dapat menjangkau daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Imbuh Edi, kurban dalam bentuk rendang ini juga dapat mendatangkan manfaat lebih panjang bagi penerima, daging tidak perlu diolah lagi dana tahan lama, dan penyaluran lebih merata.

Mengusung tagline ‘Sinergi Membangun Negeri untuk Pembangunan Berkelanjutan’, NBIB ingin berkontribusi dalam aspek peningkatan pendapatan masyarakat, penyadaran perilaku hidup sehat, sekaligus mengatasi masalah gizi buruk dan ketahanan pangan di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) serta PAK KUMIS (kawasan padat, kumuh, dan kantong-kantong kemiskinan).

“Pendistribusian daging kurban dalam kemasan kaleng dengan branding ‘Rendang NBIB’, kami targetkan ke Kawasan 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal)  serta Pak Kumis (Kawasan Padat, Kumuh dan Kantong-Kantong Kemiskinan), Daerah Rawan Bencana dan Pasca Bencana, Daerah Rawan Gizi Buruk, Daerah Dakwah Da’i Pedalaman Daerah serta Santri/Pesantren Terpencil,” papar Edi.

“Dalam pelaksanaannya, Lazismu memiliki 193 kantor yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Lazismu siap bergerak ke pelosok negeri dengan menggandeng relawan dan komunitas, untuk mendistribusikan daging kurban,” tandasnya.

Target hewan kurban tahun ini, Lazismu menargetkan pencapaian 1000 ekor kambing dan 100 ekor sapi.

Perayaan Idul Adha semakin semarak lagi, Lazismu juga menggelar event-event kreatif seperti nyate bareng, layanan kesehatan gratis, bazar sembako murah, dan kegiatan bersih-bersih masjid dan mushola. (Nunung Dwi Vera)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *