Pendampingan I Program EMAS di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi

Sharing is caring!

ROGOJAMPI. EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival) adalah sebuah program kerjasama Kementrian Kesehatan RI dan USAID selama lima tahun (2012-2016) dalam rangka mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Program EMAS mendukung pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, dalam berjejaring dengan Organisasi Masyarakat Sipil, fasilitas kesehatan publik dan swasta, asosiasi rumah sakit, organisasi profesi, dan sektor swasta, dan lain-lain. Program ini akan berkontribusi terhadap percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir sebesar 25% di Indonesia. Emas dilaksanakan di 30 kabupaten dalam enam provinsi yang memiliki jumlah kematian ibu dan neonatal besar. Salah satu kabupaten yang akan melaksanakan program ini adalah Kabupaten Banyuwangi.

Sejak awal diluncurkan, PP Muhammadiyah menjadi salah satu rekanan dari program ini. Beberapa rumah sakit Muhammadiyah di Propinsi Jawa Timur juga digerakkan untuk mempersiapkannya. Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah Rogojampi, sejak setahun yang lalu mempersiapkan berjalannya program ini. Pada Kamis hingga sabtu, 28-30 April lalu Tim EMAS dari PP Muhammadiyah melakukan pembimbingan di rumah sakit milik Pimpinan Cabang Muhammadiyah Rogojampi itu.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut dihadiri oleh 6 orang dari PP Muhammadiyah, terdiri dari 2 orang dokter spesialis (anak dan kandungan), 2 dokter umum dan 2 tenaga paramedic (bidan dan perawat). Dari RSU PKU melibatkan 2 orang dokter spesialis (anak dan kandungan), 5 dokter umum, dan 10 orang perawat dan bidan. Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari proses sebelumnya yaitu pre-assasmen terhadap kesiapan tim di rumah sakit kami, ujar Dokter Handri Irawan MMRS, Direktur RSU PKU kepada Radar Banyuwangi. Selama 3 hari ini kegiatan yang akan dilakukan antara lain tinjauan klinis lapangan, tinjauan SDM, tinjauan SOP, tinjauan alur layanan, kelengkapan sarana untuk layanan kegawatdaruratan maternal neonalat, update klinis maternal neonatal, drill emergency, proses pencegahan dan pengendalian infeksi, serta audit klinis maternal neonatal. Semua itu difokuskan untuk mempersiapkan layanan kepada pasien ibu melahirkan dan bayi yang berisiko tinggi, tambah Dokter Handri.

Program EMAS bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan PONED & PONEK. Memastikan intervensi medis prioritas yang mempunyai dampak besar pada penurunan kematian diterapkan di RS; meningkatkan efektifitas dan efisiensi sistem rujukan ke RS; penguatan sistim rujukan, meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjamin akuntabilitas dan kualitas nakes, faskes dan Pemda, serta meningkatkan akses masy dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan.

Program EMAS yang bekerja sama dengan USAID ini akan berhenti dibulan juni tahun ini, dan akan dilanjutkan oleh Kementrian Kesehatan, melalui Dinkes Propinsi dan Dinkes Kabupaten di seluruh Indonesia. Banyuwangi termasuk yang akan dilanjutkan, dan untuk itu RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi siap menjalankannya, pungkas dokter asal kota Genteng itu.

One thought on “Pendampingan I Program EMAS di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi

  • June 26, 2016 at 5:54 am
    Permalink

    kapan pendampingan berikutnya?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *