IDI Banyuwangi Sambangi Pasien Pos Patah Tulang dari Pengobatan Alternatif

Sharing is caring!

IDIBANYUWANGI.COM – Nur Kholis, 31, warga RT 2, RW 6, Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, yang mengalami patah  tulang pada lengan kanan dan belum tersambung setelah perawatan di pengobatan alternative Sembilan lalu, akhirnya mendapat perhatian.

Kepala Desa Kembiritan, Supriyadi, mengatakan kalau selama ini sudah memantau dan membantu warganya tersebut, seperti dalam pengurusan administrasi yang akan dibuat persyaratan pengobatan. “Kita bantu administrasi biar punya KTP,” katanya.

Menurut SUpriyadi, sampai saat ini kartu keluarga (KK) Nur Kholis beralamat di Kecamatan Wongsorejo. Untuk memudahkan dalam pengurusan administrasi, dia sudah meminta pada keluarga mengirimkan KK dari luar kecamatan itu. “Kami akan bantu pengurusan keperluan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Nur Kholis juga mendapat pantauan dari dokter spesialis Ortopedi RSUD Genteng, dr. Risandi. Kemarin (31/10), Kholis menjalani pemeriksaan fungsi tulang. “Ini akibat penanganan yang tidak maksimal,” terang dr. Risandi.

Dari hasil pemeriksaan, kondisi yang menimpa Kholis itu juga tidak terlalu gawat dan bisa ditangani di RSUD Genteng. “Bisa ditangani RSUD, tidak perlu dirujuk ke rumah sakut lainnya,” jelasnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, kondisi Nur Kholis ini sangat memprihatinkan. Pria yang tinggal sendirian di rumahnya itu, tulang pada lengan tangan kanannya yang patah akibat menjadi korban tabrak tidak bisa menyambung. Padahal, kejadiannya sudah Sembilan bulan lalu. “Saya dulu berobat ke sangkap putung, mau ke rumah sakit tidak punya biaya,” katanya.(sli/abi)

*Berita yang sama pernah dimuat di Harian Radar Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *